fbpx

Sejarah Batik Garutan

batik garutan

19 Jul Sejarah Batik Garutan

Sejarah batik garut berasal dari warisan nenek moyang yang berlangsung secara turun-temurun dan telah berkembang cukup lama sebelum masa kemerdekaan Indonesia. Hingga tahun 1945, batik garut semakin populer dengan sebutan batik tulis garutan yang mengalami masa kejayaan antara tahun 1967 hingga 1985. Namun, karena keterbatasan bahan dan modal serta lemahnya startergi pemasaran yang diterapkan, maka para penerus generasi dari batik garut mengalami penurunan. Hal ini disebabkan juga oleh persaingan yang cukup hebat dari produsen batik lain yang menggunakan teknik lebih modern seperti mesin printing dalam pembuatannya.

Akan tetapi, seni batik tetap tumbuh subur di Indonesia dan dikenal oleh seluruh lapisan dan kalangan. Jika diperhatikan, tidak ada perubahan yang mencolok antara produk batik terdahulu dengan batik sekarang karena pemilihan bahan, corak, dan cara pembuatannya masih menggunakan “resep” yang digunakan oleh pembatik zaman dahulu. Karena “resep”-nya yang cukup sederhana, maka batik menjadi seni dan kerajinan yang mudah untuk dipelajari oleh banyak orang. Hanya saja mungkin sedikit diperlukan ketelitian, kesabaran, dan kreatvitas untuk menghasilkan batik yang berkualitas.

Batik garutan umumnya digunakan untuk kain sinjang, tapi ia berfungsi juga untuk memenuhi kebutuhan sandang dan lainnya. Bentuk motif batik garut merupakan cerminan dari kehidupan sosial budaya, falsafah hiup, dan adat istiadat orang Sunda. Motif-motif batik garut dihadirkan berbentuk geometrik sebagai ciri khas ragam hiasnya, selain itu bermotif flora dan fauna. Bentuk geometrik umumnya mengarah ke garis diagonal dan bentuk kawung atau belah ketupat. Warnanya diominasi oleh warna krem dipadukan dengan warna-warna cerah lainnya yang merupakan karakteristik khas batik garutan. Saat ini pengolahan batik garutan terkonsentrasi di Kota Garut, Jawa Barat.

Sumber: batik.or.id

No Comments

Post A Comment