Mengenal Batik Garutan

Batik motif merak ngibing

Kain batik di Indonesia selalu identik dengan kebudayaan turun-temurun yang ada di masyarakat. Biasanya mereka menggunakan batik dalam acara-acara tertentu yang memiliki makna khusus, seperti acara tradisi, pernikahan, hingga keagamaan.

Sekarang, kain batik telah menjadi pakaian yang kembali tren di kalangan anak muda. Batik pun dianggap memiliki filosofi yang mendalam. Salah satu motif batik yang memiliki makna unik adalah motif-motif batik garutan.

Garutan sendiri merupakan nama kain batik yang terkenal di Provinsi Jawa Barat, khususnya Kabupaten Garut. Yang menarik dari jenis motif penuh warna tersebut ialah terdapatnya makna alami yang tersirat di dalam setiap guratannya.

Sejak dahulu masyarakat Sunda dengan alam memang mempunyai keterikatan tersendiri. Bahkan dalam setiap ritual kebudayaannya, masyarakat Sunda selalu menambahkan unsur alam.

Karakteristik batik garutan

Dilansir dari batik.or.id, biasanya motif-motif batik garutan selalu menggunakan gambar dasar berbentuk geometri yang semakin menambah kekhasannya. Corak ragam tersebut akan menghantarkan para pembatik untuk menentukan motif alam yang diinginkan.

Biasanya motif-motif batik garutan mengarah ke garis diagonal yang mirip dengan bentuk belah ketupat dengan dominasi warna krem dan perpaduan dengan warna-warna cerah lainnya.

Selain itu, yang menjadi karakter khas dari batik garutan ialah selalu menggunakan kain berjenis sinjang. Sebuah kain yang digunakan dengan cara disingkap sesuai warisan para leluhur. Namun, semakin beragamnya kebutuhan peminat, kain batik garutan mulai menyesuaikan dengan kebutuhan model pakaian masyarakat di masa sekarang.

Terinspirasi dari flora pegunungan

Salah satu motif batik garutan yang terinspirasi dari tumbuhan di alam adalah motif lereng kangkung. Dikutip dari jelajahgarut, motif lereng kangkung terinspirasi dari indahnya barisan tumbuhan kangkung yang terdapat di kawasan perbukitan.

Pada motif ini, biasanya kain memakai warna dasar biru, serta motif tangkai dan beberapa helai daun kecil sedikit memanjang yang menyerupai daun kangkung.

Selain itu, kombinasi warna di motifnya juga memiliki kombinasi warna yang cerah dan beragam, di antaranya krem, merah, hitam, hingga putih.

Selain lereng kangkung, motif batik garutan yang terkenal dan terinspirasi dari tumbuhan juga ialah motif cupat manggu. Motif tersebut juga sangat unik, dengan penggambaran bentuk buah manggis yang disinyalir sempat menjadi komoditas pertanian buah di Garut masa lalu.

Motif dengan warna dasar yang sering menggunakan hijau toska tersebut terlihat meneduhkan, dipadukan dengan batang panjang yang melengkung. Sementara warna kecoklatan berpadu dengan putih yang terdapat di pola dedaunannya yang kecil dan terhitung jarang.

Motif tersebut konon terinspirasi dari kawasan perkebunan buah manggis di kawasan Cikajang, Garut, Jawa Barat.

Terinspirasi fauna pedesaan

Selain bermotif buah dan tumbuhan, batik garutan juga memiliki motif fauna yang berada di sekitar wilayah pedesaan Garut, seperti ayam, merak, serta unsur pendukungnya (bulu, kendang. dan lain-lain).

Yang cukup populer dari motif-motif jenis ini ialah merak ngibing. Ngibing dalam bahasa Sunda merupakan gerakan tarian yang mengikuti irama lagu kendang di Jawa Barat. Dikutip dari liputan6, merak ngibing merupakan simbolisasi hewan yang selalu ceria bagi masyarakat di Garut.

Selain itu, ibingannya juga menggambarkan pola keluwesan serta keindahan dari siapa pun yang mengenakannya. Kombinasi warna yang cerah, antara (biasanya) coklat tua, biru, merah, dengan beberapa totol dan pola geometri putih membuat batik dengan motif satu ini terlihat unik.

Selain motif merak ngibing, salah satu motif yang takkalah menarik adalah motif bulu hayam atau bulu ayam. Motif bulu hayam merupakan pola yang terinspirasi dari keadaan lingkungan sekitar para perajin berada. Di pedesaan Garut. konon dahulu banyak ayam yang berkeliaran dan menebarkan bulu-bulunya di sekitar perajin.

Dari segi warna dan komposisi diagonalnya, batik bulu hayam merupakan salah satu jenis batik garutan yang menggunakan banyak warna untuk mempercantiknya. Proses pengerjaannya sendiri memakan waktu dua sampai tiga bulan.

Motif yang terinspirasi dari bentuk hewani khas Jawa Barat lainnya adalah motif kurung hayam. pada motif ini terlihat beberapa sisi belah ketupat yang menyerupai anyaman bambu yang biasa digunakan sebagai kandang ayam.

Konon, dahulu masyarakat di Garut begitu akrab dengan hewan unggas tersebut. Sehingga, oleh perajin batik kandang atau kurung ayam diinisiasikan untuk dibuat menjadi motif kain batik.

Selain menggambarkan perwujudan kurung ayam, motif batik ini juga menggambarkan beberapa alat rumah tangga yang biasa digunakan oleh masyarakat di Jawa Barat, yaitu lisung (penumbuk beras), boboko (wadah nasi), hingga bentuk berasnya sendiri sebagai makanan ayam.

Demikianlah, para perajin batik di Garut banyak terinspirasi oleh flora dan fauna di sekitar mereka.

Diolah kembali dari:
Merdeka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll Up